EKONID | Perkumpulan Ekonomi Indonesia Jerman

Home | Sitemap | Contact
indonesia german english
Untitled Document
 




PARTNER KAMI
Untitled Document


 

 

Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (EKONID) adalah lembaga promosi hubungan ekonomi bilateral Jerman-Indonesia. EKONID didirikan pada tahun 1970 yang merupakan kelanjutan dari Kamar Dagang Jerman pertama yang didirikan di Batavia tahun 1924. Akibat Perang Dunia II, perkumpulan tersebut ditutup pada tahun 1940. Baru di tahun 1970 pengusaha Jerman dan Indonesia mendirikan kembali organisasi bilateral Jerman-Indonesia, yang bertujuan untuk mewakili kepentingan komunitas bisnis dan mempromosikan hubungan ekonomi bilateral. EKONID secara resmi diakui oleh Pemerintah Republik Federal Jerman, lembaga-lembaga negara dan organisasi-organisasi terkemuka Jerman sebagai Kamar Dagang Luar Negeri Jerman (Auslandshandelskammer/AHK).
NEWS

Pemberdayaan Masyarakat melalui Energi Terbarukan

Tiga tahun sudah bencana Tsunami berlalu, namun masih menyisakan banyak pekerjaan untuk membangun Aceh kembali. Sementara itu sebagian
aksi bantuan juga dialokasikan ke daerah-daerah yang tidak secara langsung diterpa gelombang Tsunami. Konflik selama 30 tahun antara
pemerintah Indonesia dan separatis GAM membuat standar hidup disana sangat memprihatinkan.


Perkebunan Buah Pertama di Indonesia dengan Sertifikat GlobalGAP

Awalnya dimulai dengan investasi sejumlah kira-kira 4 juta US$. Saat ini Johannes A. Bijlmer, manajer PT Strawberindo Lestari, telah berhasil meraih sukses. Ia membudidayakan strawberry dan raspberry yang berkualitas prima, bebas pestisida, ramah lingkungan dan cocok untuk menembus pasar ekspor.


Satu Tahun FEDC

Pada bulan Februari 2007, EKONID didukung oleh Komisi Uni Eropa serta bekerjasama dengan INA mendirikan Pusat Pengembangan Ekspor Buah (FEDC) yang telah diresmikan oleh Menteri Pertanian Indonesia Dr. Ir. Anton Apriyantono. Saat ini FDEC telah berfungsi sebagai fondasi bagi lebih dari 200 perusahaan, organisasi maupun perorangan yang tertarik dengan pasar Uni Eropa (UE) ataupun standar regulasi yang berlaku di pasar tersebut serta forum networking untuk meraih peluang ekspor buah-buahan segar maupun olahan dan produk buah lainnya ke pasar Uni Eropa.


UKM di Indonesia: “Tambang Emas“ Masa Depan

Tidak mengherankan apabila tperusahaan perusahaan asuransi berupaya lebih keras untuk menjaring nasabah dari segmen kecil dan mikro. Kelompok perusahaan dan individu ini menyimpan potensi pasar yang sangat besar: kalangan ahli asuransi memprediksi bahwa dari sekitar 238 juta penduduk Indonesia saat ini, hanya 5 juta orang yang dilindungi asuransi. Kenyataan ini sebagian besar diakibatkan oleh minimnya kesadaran pengusaha kecil, di antaranya pedagang kaki lima dan pemilik warung untuk berasuransi.


Energi Positif Setelah Konfrensi Iklim di Bali?

Di Indonesia sering terjadi pemadaman listrik. Sementara listrik padam di penjuru nusantara, lonceng peringatan berbunyi bagi para pakar ekonomi. Untuk minggu-minggu pertama tahun 2008 telah ditemukan segera kambing hitamnya. Cuaca yang buruk telah menyebabkan tertundanya pasokan batu bara dan membuat pembangkit tenaga listrik berhenti bekerja. Masalah-masalah umum dalam sektor energi semakin muncul ke permukaan dan mendorong pemerintah untuk menyusun rencana. Ahli-ahli dalam bidang energi menuntut adanya tindakan secepatnya. Jika tidak, maka biaya yang dibutuhkan untuk mengkompensasikan pertumbuhan ekonomi tidak akan cukup. Di sisi lain mengemuka upaya upaya untuk memanfaatkan sumber energi alternatif. Potensi untuk itu cukup tersedia.


Mahkamah Konstitusi Jerman Membatalkan Upah Minimum

Pemberlakuan upah minimum di Jerman saat ini sedang hangat diperdebatkan. Pihak sosialis dan konservativ yaitu dua partai rakyat besar SPD dan CDU menggelar diskusi tentang masalah ini secara kontroversial.


<< Previous 1 2 Next >>

 
EKONID | Indonesia-German Business Association

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
EKONID | Indonesia-German Business Association

Investment Guide

B2B Renewable Energies

INDOGERM-direct

 
Untitled Document